Posts in Uncategorized

Dukung budidaya pertanian berkelanjutan, nikmati kualitas alami dari hasil tangan petani Indonesia!

CIFOR-ICRAF Program Indonesia Program menjalankan berbagai kegiatan budidaya pertanian yang dirancang untuk mendukung ketahanan ekonomi, iklim, dan kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah pedesaan Indonesia. Melalui kolaborasi bersama pemerintah provinsi, pemerintah daerah, Tim Kerja Desa, akademisi, lembaga swasta, dan masyarakat lokal, CIFOR-ICRAF mengembangkan pendekatan holistik yang berfokus pada pelatihan, pembelajaran dan pembinaan kapasitas petani. Praktik-praktik pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani dalam praktik budidaya yang ramah lingkungan, termasuk pengembangan sistem agroforestri yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lokal.

Berbagai pendekatan secara partisipatif dengan melibatkan para petani, penyuluh dan dinas setempat dilakukan dalam setiap tahap, dimulai dari tahap perencanaan hingga praktik pelaksanaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa program yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan lokal, serta memberi ruang bagi petani untuk berkontribusi dalam pengambilan keputusan dan menciptakan rasa memiliki terhadap program yang dijalankan.

Lewat berbagai kegiatan budidaya pertanian dan agroforestri ini, CIFOR-ICRAF, pemerintah daerah, masyarakat lokal dan para mitra yang terlibat, berharap dapat menciptakan perubahan jangka panjang yang signifikan dalam sistem pertanian di Indonesia, yang lebih berkelanjutan, tangguh, mendukung kesejahteraan petani lokal dan lingkungan yang lestari.

Langkah kecil untuk penguatan tata kelola gambut di Indonesia

Lahan gambut tropis di Indonesia merupakan salah satu ekosistem dan sumber daya alam yang penting serta memiliki karakteristik unik, sehingga membutuhkan pengelolaan khusus untuk menjaga[…]

Pahit Manisnya Pemasaran Kopi Robusta: Kisah dari Dempo Tengah dan Dempo Utara, Pagar Alam

Kopi robusta sudah menjadi komoditas unggulan Pagar Alam sejak jaman Belanda, yaitu sekitar tahun 1890 hingga kini dan masih menjadi sumber penghidupan utama petani Pagar[…]

Membangun Masa Depan dengan Pupuk Organik

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami, berupa kotoran ternak, sampah, dan sisa makanan yang diproses dengan cara difermentasikan untuk mengurai kandungan nutrisinya[…]

Belajar dari Kebun Contoh Agroforestri Kopi Pagar Alam

Begitu kita memasuki kota Pagar Alam yang berada di kaki Gunung Dempo, kita bisa meyakini bahwa kopi sudah menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat sejak lama.[…]

Semangat Agroforestri Pemuda Tani Pagar Alam

Diki, yang bernama lengkap Diki Andriansah adalah pemuda kelahiran tahun 1988 dari Desa Muara Siban, Kecamatan Dempo Utara. Tidak seperti pemuda pada umumnya yang selalu[…]

Meraih Mimpi dengan Pembibitan Kopi dan Tanaman Buah-buahan di Pagar Alam

Kopi dan buah-buahan, adalah dua komoditi yang cukup dikenal dari Pagar Alam dan merupakan komoditas utama sumber penghidupan masyarakat petani kopi. Tanahnya yang subur, dengan[…]

Dua Tahun Jejak Empower di Pagar Alam

Empower, adalah sebuah kegiatan peningkatan kapasitas yang memfokuskan pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas petani kopi robusta di Pagar Alam, Sumatra Selatan, agar dapat meningkatkan penghidupannya[…]

Melindungi Keanekaragaman Hayati di Indonesia melalui Bertanam Pepohonan di Lahan Pertanian

Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang memiliki keanekaragaman hayati paling tinggi di dunia, tetapi memiliki tingkat emisi gas rumah kaca tertinggi[…]

Diversifikasi Jenis: Sebagai Salah Satu Upaya untuk Mengoptimalkan Lahan, Meningkatkan Pendapatan dan Menjaga Lingkungan

“Bertani secara organik sangat baik bagi ekonomi dan lingkungan, tetapi menuai banyak tantangan”, ungkap Pak Widi Wahyuno, seorang petani di Desa Pereng, Kecamatan Lendah, Kabupaten[…]

Penganeka-ragaman Jenis: Strategi Usaha Tani pada Lahan Gambut dengan Tanpa Bakar

Kebakaran lahan gambut pada musim kemarau 2015 mencapai lebih dari 600.000 hektar, menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penganggulangan Bencana Nasional.[…]