Nurseries of Excellence: mengintegrasikan peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan wirausaha

Oleh Aulia Perdana dan Endri Martini

Agroforestri merupakan praktik pengelolaan lahan yang sudah lama diterapkan oleh masyarakat di Indonesia. Sistem pengelolaan lahan yang merupakan perpaduan antara ilmu kehutanan dan pertanian ini dikembangkan untuk menciptakan keselarasan antara intensifikasi pertanian dan pelestarian hutan.

Meskipun berbagai jenis pohon telah lama diintegrasikan dalam sistem agroforestri oleh petani, tetapi belum mampu memberikan peningkatan penghasilan bagi petani secara optimal. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan pengetahuan petani mengenai hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan agroforestri mulai dari pembibitan hingga pemasaran produk yang dihasilkan.

Peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan agroforestri yang mengintegrasikan aspek budidaya dengan kewirausahaan diharapkan dapat memperbaiki kuantitas dan kualitas produk yang dihasilkan.

Secara umum, dalam meningkatkan produktivitas kebunnya, petani agroforestri di Indonesia memiliki keterbatasan akses terhadap tiga hal utama yaitu: bibit pohon yang berkualitas, bantuan teknis, dan pasar.

World Agroforestry Centre (ICRAF) Sebagai lembaga yang bergerak di bidang penelitian agroforestri mempromosikan pendekatan nurseries of excellence atau pembibitan berkualitas unggul untuk membuka akses petani terhadap bibit pohon yang berkualitas. Pendekatan ini telah diujicobakan di beberapa lokasi di Indonesia, antara lain di Aceh dan Sulawesi.

Melalui pendekatan nurseries of excellence, kapasitas petani dapat ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan dan fasilitasi rutin tentang cara-cara untuk menghasilkan bibit yang berkualitas, seperti penyemaian dan perbanyakan bibit tanaman secara vegetatif.

Selain itu, pelatihan penilaian pasar dan kewirausahaan juga diberikan bagi petani pembuat bibit untuk tujuan komersial. Petani-petani yang sudah mampu menghasilkan bibit berkualitas dilatih untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai penyuluh dengan harapan dapat menularkan keahlian yang dimilikinya ke petani lain, sehingga dapat meningkatkan jumlah petani yang dapat mengakses bibit berkualitas.

Integrasi pengetahuan di bidang budidaya dengan kewirausahaan dalam nurseries of excellence telah berhasil dilakukan di Aceh. Dalam waktu 18 bulan implementasi, kapasitas petani dalam menghasilkan bibit berkualitas meningkat secara meyakinkan dan sebanyak 50 pembibitan berkualitas unggul terbentuk berdasarkan jenis bibit tanaman yang diprioritaskan oleh petani di masing-masing wilayah. Pendekatan ini diterapkan di Aceh dengan tujuan untuk meningkatkan penghidupan petani agroforestri melalui perbaikan akses terhadap bibit berkualitas dan diversifikasi pendapatan petani melalui pemasaran bibit berkualitas. Mengacu pada keberhasilan penerapan nurseries of excellence di Aceh tersebut maka pendekatan ini juga direkomendasikan dalam kegiatan rehabilitasi lahan untuk memperperbaiki kualitas penghidupan masyarakat.

Diharapkan masyarakat lainnya dapat belajar dari sistem ini.

CATEGORIES:

Artikel

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *