Blog

Memulihkan Sungai Lewat Ekonomi Hijau, Mencari Jalan Keluar dari Dilema Lama

Daerah Aliran Sungai (DAS) memegang peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi hijau, sekaligus menjaga ekosistem dan sumber pangan lokal. Di Sulawesi Selatan, DAS Bila Walanae yang kritis sedang dipulihkan melalui Green Growth Plan (GGP) dengan strategi agroforestri, konservasi air, dan perlindungan lingkungan. Pemulihan ini tidak hanya menekan erosi dan bencana[…]

Dilema Ekonomi vs Lingkungan, Bisakah LUMENS Menyelesaikannya?

Dilema antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan menjadi tantangan utama di banyak wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan. Ambisi menjadikan lahan tidur dan rawa sebagai sumber pangan berpotensi membuka peluang ekonomi, tetapi juga mengancam fungsi ekologis yang vital. Untuk menjawab tarik-ulur ini, ICRAF Indonesia memperkenalkan LUMENS (Land Use Planning for[…]

Meninjau Ekonomi Hijau

Ekonomi hijau hadir sebagai solusi di tengah krisis iklim, pangan, dan energi, dengan menawarkan jalan untuk menjaga daya dukung lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui Green Growth Plan (GGP) di berbagai daerah di Indonesia, konsep ini terbukti dapat meningkatkan produktivitas, menekan emisi, dan mendukung kesejahteraan masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian[…]

Bersama-sama Pulihkan Lahan Kritis, Menanggulangi Sisi Gelap Komoditas Primadona di Kabupaten Bone

Air mengalir deras dari puncak bukit, tanpapepohonan yang menghalangi, menerjang pemukiman dan lahan pertanian di lereng hingga ke dataran rendah. Pak Asri, seorang petani yang tinggal dan bertani di daerah hulu, tertegun menyaksikannya. Saat itulah dia menyadari betapa buruk dampak penebangan pohon dan penggundulan lahan.

Inovasi Budidaya Karet: Solusi Keberlanjutan untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani

Karet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di pedesaan. Sebagai komoditas unggulan, karet memberikan sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja yang bergantung pada hasil getahnya. Dari perkebunan rakyat hingga industri manufaktur, karet memainkan peran penting dalam roda perekonomian, baik di tingkat lokal maupun global.

Agroforestri Kakao: Solusi Berkelanjutan untuk Tantangan Lingkungan di Luwu Utara

Curah hujan yang tinggi membuat petani kakao di Luwu Utara, Sulawesi Selatan menghadapi tantangan besar. Tanaman kakao kerap terendam air hingga rusak, menyebabkan puluhan hektare kebun gagal panen akibat banjir dan genangan yang datang silih berganti. Kurangnya pengetahuan dan praktik penanaman kakao yang baik juga membuat produktifitas kakao semakin[…]

Membangkitkan Kembali Lahan Tidur: Kisah Sukses Agroforestri di Desa Maggenrang

Pak Darwis tidak menyangka lahan tidur miliknya bisa produktif kembali. Lahan seluas 0,25 hektare di Desa Maggenrang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan itu sudah lama terlantar, karena kesibukannya sebagai petani padi dan jagung. Sekarang, banyak tanaman ia panen dari lahan itu, di antaranya cabai, terong, dan kakao; pendapatan dari semua[…]

Menggali Kekayaan Pangan Lokal Indonesia

Di Nusa Tenggara Timur, ada olahan pangan yang dibuat dari buah labu kuning atau labu lilin yang dicampur dengan garam lalu dibakar. Namanya Bok Tunu (Bok=Boko: Labu Kuning dan Tunu=Bakar). Informasi tentang olahan pangan lokal ini sulit ditemukan di mesin-mesin pencari seperti Google namun ia terdokumentasi di WikiPangan.id.

Bekasam, Kuliner Warisan Lezat yang Mulai Terlupakan

Sumatera Selatan kaya akan sumber daya air, sungainya membentang dari hulu ke hilir, mengalir sepanjang 750km. Di tengah kondisi alam seperti ini, masyarakat di Sumatera Selatan mengembangkan beragam makanan khas berbahan dasar ikan. Salah satu olahan pangan tradisional yang kerap dibuat sebagai makanan rumahan ialah Bekasam.

Menanam Harapan, Memanen Ketahanan: Diversifikasi Hasil Tambak Melalui Wanamina

Di area pesisir kecamatan Cenrana, Sulawesi Selatan, 80% lahan telah digunakan untuk tambak dan hanya 8% yang tersisa untuk mangrove. Selama bertahun-tahun, kondisi ini telah menimbulkan ketergantungan masyarakat pada hasil tambak. Beberapa petani menemukan bahwa menanam mangrove kembali dengan sistem wanamina (silvofishery) dapat mengurangi ketergantungan itu serta meningkatkan pendapatan