Dari Redaksi
Tantangan dalam mewujudkan lanskap berkelanjutan (sustainable landscapes) bukan hanya kendala teknis, namun juga pendanaan—dari mana datangnya, bagaimana cara mendapatkannya, dan siapa yang berhak mengaksesnya.
Pertanyaan itulah yang menggerakkan Kiprah Agroforestri Vol. 14, No. 4, April 2026 dengan tema: Pendanaan Inovatif untuk Lanskap Berkelanjutan. Edisi kali ini menghadirkan konsep, proses, hingga kisah nyata dari lapangan, mulai dari implementasi Result-Based Payment di Sumatera Selatan hingga peran pembiayaan inovatif untuk pemberdayaan perempuan.
Semoga edisi ini memperkaya pemahaman pembaca tentang konsep dan praktik pendanaan inovatif di Indonesia. Selamat membaca!
UnduhDaftar Artikel
Inovasi pendanaan inovatif untuk mewujudkan lanskap berkelanjutan di Indonesia
Pendekatan ini merupakan jembatan antara ekonomi dan ekologi melalui sistem insentif untuk menjaga dan memulihkan fungsi ekosistem.
Menjemput insentif hijau: Pembelajaran dari Sumatera Selatan dalam Akselerasi Pendanaan RBP
Sumatera Selatan menjadi provinsi yang progresif menyusun strategi pemenuhan RBP untuk memperkuat tata kelola hutan di tingkat tapak.
Implementasikan TAKE, Bone menjaga ekologi, desa lebih berdaya dan lestari
Pemerintah Kabupaten Bone mengoptimalkan anggaran daerah melalui skema TAKE untuk memotivasi desa lebih peduli lingkungan.
Small grant, big impact: Pendanaan inovatif untuk pemulihan lahan bekas terbakar
KMPA Bromo Sakti berhasil mengakses dana pemulihan lahan bekas kebakaran melalui praktik agroforestri kopi liberika.
Dari pertanian ke olahan pangan: Kisah dua UMKM meraih dukungan Forum TJSL
KWT Srikandi dan Kelompok Bunga Pelaju meraih dukungan dari program TJSL untuk menunjang sarana produksi pangan olahan.
Pemberdayaan perempuan butuh pendanaan inovatif: Pelajaran dari Sekolah Perempuan
Sekolah Perempuan berupaya mengakses dana desa guna meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengelola potensi desanya.
‘Modal Bertingkat’ untuk stimulus ekonomi desa dalam menghasilkan produk pasar
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa alat produksi, tetapi juga pendampingan menyeluruh dari hulu hingga ke hilir.
Mengapa agroforestri butuh pembiayaan yang lebih sabar
Pembiayaan inovatif dapat membantu menyelaraskan waktu finansial dan ekologis supaya investasi hijau menjadi fondasi ekonomi masa depan.
Profil peneliti senior CIFOR-ICRAF James “Jim” Roshetko
Merefleksikan perjalanan Pak Jim selama 28 tahun berkarya bersama CIFOR-ICRAF hingga akhirnya resmi pensiun pada tahun 2026.
